MAN 4 Kampar Bangun Gedung Asrama Siswa

Kampar ( Inmas ) – Dalam waktu dekat ini, seandainya  tak ada aral melintang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Kampar akan membangun satu unit  asrama lantai dua. Asrama ini nantinya akan diperuntukan bagi siswa dari daerah lain atau siswa jarak tempuh dari rumah ke sekolah sangat jauh, sehingga tidak memungkinkan bolak balik dari rumah ke sekolah  atau sebaliknya.

Pembangunan 1 unit asrama ini dananya tertuang dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) MAN 4 Kampar Nomor. 025.4.2.090105/2019 tanggal 15 Desember 2018 . Pagu dana sebesar Rp. 700.000.000,- (tujuh ratus juta rupiah).

Pagu dana sebesar  tersebut termasuk biaya kontruksi fisik, perencanaan, pengawasan dan biaya pengelola proyek sesuai dengan interpolasi berdasarkan Peraturan Menteri  PU Nomor. 22/PRT/M/ Tahun 2018 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.  Demikian dikatakan Arjuniwati, M.Pd kepada humas Kantor Kementerian Agama Kampar, hari ini Senin tanggal 9 September 2019.

Arjuniwati mengatakan pembangunan 1 unit  asrama ini prosedur pelaksanaan pembangunannya diserahkan melalui mekanisme  pelelangan. Proses pelelangan pekerjaan pembangunan 1 unit asrama ini, sebelumnya telah diumumkan  dan  ditayangkan di ULP Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.  Dan sebagai pemenang tender pelelangan pekerjaan ini dimenangkan  oleh  CV. Permata  Sejati sebagai pihak yang akan melaksanakan pekerjaan pembangunan 1 unit asrama siswa sampai selesai seratus persen nantinya.

Oleh karena itu,  Arjuniwati mengundang dan memanggil  seluruh pihak yang berkompeten dalam pelaksanaan pekerjaan  pembangunan 1 unit asrama siswa ini, terutama perusahaan dan  kontraktor pelaksana sebagai pemenang, konsultan perencana, konsultan pengawas serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  untuk melaksanakan rapat membicarakan langkah- langkah dan prosedur yang akan dilalui, demi mewujudkan pembangunan asrama siswa ini.

Dalam rapat perdana  Arjuniwati mengatakan dan berharap kepada perusahaan dan  kontraktor pelaksana, untuk dapat bekerja dengan baik, dengan mengacu kepada kontrak yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Lebih lanjut Arjuniwati juga mengakatakan dan berharap kepada konsultan pengawas untuk dapat memberikan pengawasan sesuai dengan bobot, volume dan porsentase. Apabila terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam membuat dan memberikan laporan semuanya akan dipertanggungjawabkan.  Karena pembangunan 1 unit asrama siswa ini kita menggunakan keuangan negara, sudah pasti nanti akan diminta pertanggungjawaban melalui pemeriksaan dari auditor, pungkas arjuniwati. (Ags/Usm/Mjs).

Berita terkait